News Coverage

Diplomasi ekonomi Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan Vietnam dalam menjajaki berbagai perjanjian perdagangan internasional. Diplomasi perdagangan internasional penting untuk meningkatkan kinerja neraca perdagangan.

Deputi bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Prijambodo mengatakan, pemerintah segera meningkatkan diplomasi ekonomi dengan berbagai negara. Diplomasi perniagaan akan diselesaikan agar dapat memasuki rantai pasok global (global supply chain).

"Sudah diketahui diplomasi ekonomi (Indonesia) lebih lambat mencapai kesepakatan dibandingkan Vietnam dan lainnya," kata Bambang di Jakarta, Rabu (25/9).

Diplomasi perdagangan, kata dia, dapat berdampak terhadap kinerja neraca perdagangan hingga pertumbuhan ekonomi nasional. "Diplomasi salah satu faktor (neraca dagang). (Namun), masih ada faktor lain yang menentukan eskpor kita," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 Indonesia defisit neraca perdagangan sebesar US$ 8,57 miliar. Selain itu, Indonesia mesti menjawab berbagai tudingan permasalahan lingkungan yang menjadi perhatian global.

Proteksionisme akan menjadi tantangan di era globalisasi ditandai dengan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. "Jadi tantangan besar untuk memperkuat diplomasi ekonomi yang sangat tinggi," katanya.

Ke depan, kata dia, pemerintah akan memanfaatkan kedutaan besar negara asing yang berperan membuka akses perekonomian dunia internasional. "Dubes dapat membantu di bidang ekonomi sebagai pembuka gerbang perdagangan (internasional)," ujarnya.

Indonesia menandatangani kerja sama dengan Uni Eropa untuk meningkatkan integrasi fasilitas dukungan perdagangan Indonesia di regional ASEAN (ARISE). Indonesia akan menerima program hibah Benua Biru selama empat tahun sebanyak 15 juta euro atau setara Rp 232 miliar.

Kerja sama untuk meningkatkan daya saing ekspor dan perbaikan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global. "Pemerintah menargetkan tahun 2024 memperbaiki mutu domestik dan diplomasi perdagangan," katanya.

Source : harnas.co

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter