News Coverage

Direktorat  Jenderal  Perlindungan  Konsumen  dan  Tertib  Niaga(PKTN)bekerja  sama  dengan  ARISE+  Indonesia  menyelenggarakan  "Final  Technical  Advisory  Board  (TAB) Meeting  Priority  Area  #3  of  ARISE+  Indonesia  Program  for  Technical  Assistance  #1"  di  Jakarta, kemarin,  Rabu,  (15/3). Kegiatan  tersebut  digelar  untuk  membahas  pencapaian  program  Arise+ Indonesia  fase pertamaarea  prioritas  #3. Turut  hadir  dalam  pertemuan  tersebutperwakilan ARISE+ Indonesia dan kementerian/lembaga penerima manfaat Arise+ Indonesia area prioritas #3.

"Dengan  sejumlah  seminar  bersama  ARISE+pada  fase  pertamaarea  prioritas  #3, Indonesia diharapkan dapat  mengakselerasi peningkatan  infrastruktur  mutu  ekspor.  Dengan  kata  lain, manfaat  yang  telah  diterima  kementerian/lembaga  mampu  meningkatkan  daya  saing  produk Indonesia melalui kebijakan mutu ekspor yang strategis,”jelas Plt.  Direktur  Jenderal PKTN Moga Simatupang padakesempatan terpisah.

Proyek  hibah  ARISE+  Indonesia  pada  area  prioritas  #3  terdiri  atas  13 tiga  belas  program.Proyek tersebutbertujuan mendukung sistem jaminan mutu nasional dan peningkatan infrastruktur mutu untuk   menyelaraskan   prosedur, standar, dan   regulasi   teknis   di   Indonesia   dengan   standar internasional. Hal ini dapat bermuara pada meningkatnya daya saing Indonesia.  

Moga  menuturkan, Indonesia  fase pertamameliputi  seminar  mengenai  standar  dan  regulasi teknis, Hazard Analysis And Critical Control Points(HACCP);Good Manufactured Products (GMP), dan placing a product on the market; manual National Quality Assurance (NQA) sektor pangan dan nonpangan.  Selanjutnya, pengembangan/pembangunan  sistem  notifikasi  responscepat  untuk produk pangan (INRASFF) dan nonpangan (INRAPEX); manual monitoringregulasi teknis Uni Eropa untuk  pembaruandata  dan  informasi  pada situs  webINATRIMS; dan manual Sistem  Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

“Selain itu,seminar  terkait pengembangan  mutu  rantai nilai  sektor  perikanan;  pengembangan kapasitas lembaga-lembaga pengujian pangan, kimia dan kemasan, dan metrologi; pembangunan skema akreditasi nasional; dan pemetaan infrastruktur mutu ekspor,”jelas Moga.

Sementara  itu, Direktur  Standardisasi  dan  Pengendalian  MutuMatheus  Hendro  Purnomo  selaku koordinator  area  prioritas  #3  menyampaikan  apresiasinya  kepada  tim  ARISE+  Indonesia  dan kementerian/lembagapenerima manfaat. “Apresiasi patut disampaikan tenaga ahli baik, dari Uni Eropa  maupun  Indonesia,  yang  telah  melakukan  pendampingan  serta  kepada  penerima  manfaat atas  kerja  samanya  dalam  upaya  meningkatkan  sistem  jaminan  mutu  nasional (national  quality assurance),”tambah Hendro.

Pada  pertemuan  tersebut,Ketua  Tim  ProgramARISE+  Indonesia  fase pertamaMarc  Kwai  Punmemaparkan   pencapaian   program   ARISE+   Indonesia   fase pertamauntuk   area   prioritas   #3. “Melalui hibah ARISE+ ini, keberhasilan capaian pada program ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara tim ARISE+ Indonesia dengan instansi penerima manfaat pada area prioritas #3. Dengan  demikian,  keberhasilan  capaian  perlu  terus  dilanjutkan  pada  program  ARISE+  Indonesia fase kedua,”ungkap Marc.

Source : kemendag.go.id

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter